Sunday, February 28, 2016

Aku dan Rumah Dunia

Aku dan Rumah Dunia
Oleh Si Jalang
Perjalananku dari Malang Jawa Timur (27/10/2014) menuju Kota Serang (29/10/2014) tepatnya ke Rumah Dunia  yang pendirinya adalah penulis novel legendaris  Balada Si Roy, berawal dari kecintaanku di dunia sastra. Aku selalu mencari tempat dimana aku bisa memperdalami ilmu itu. Kebetulan aku bukan dari golongan mahasiswa, jadi aku harus mencari tempat belajar non formal.
Jauh dulu sebelum aku bisa menginjakkan kakiku di Rumah Dunia, aku hanya bisa melihat profil Rumah Dunia lewat internet, karena jarak yang tidak dekat dari tempat tinggalku. Aku mengenal Rumah Dunia pertama kali pada tahun 2010, saat aku masih mendirikan kedai baca kecil-kecilan (tapi sekarang sudah tutup) di Malang Jawa Timur. Ketika itu ada seorang teman yang datang ke kedai bacaku membawa novel Balada Si Roy, Dia menghadiahkan novel itu kepadaku sekaligus memberi tahu bahwa sang penulis novel ini memiliki tempat belajar menulis di banten yaitu Rumah Dunia. Dari situ aku mulai tertarik untuk mengetahui dan mencari-cari informasi tentang Rumah Dunia lewat internet, dan kutemuilah website Rumah Dunia. disitu aku bisa mendapatkan semua informasi tentang rumah dunia, dan sangat ingin sekali bisa datang kesana untuk menimba ilmu.
Di Rumah Dunialah aku menemukan tempat yang tepat dan benar-benar mengasyikan buat belajar menulis. Di sana aku bertemu dengan Ibu Tias Tatanka, dia adalah istri Mas Gol A Gong. Dan aku dikenalkan dengan para relawan Rumah Dunia, yang rata-rata mereka sudah ahli dalam menulis. Ada Mas Wayang, Salam, Jack Alawi, dan Suni Ahwa. Mas Wayang yang statusnya mahasiswa tingkat akhir di Kampus IAIN Serang, dia pandai dan berbakat dalam menulis cerpen, dan dia juga termasuk juara menulis cerpen di tingkat nasional. Bang Salam ahli dalam puisi, Bang Salam juga seorang mahasiswa, tapi disela-sela kuliahnya, dia juga tengah sibuk PPL mengajar di sekolah SLTP di Serang. Bang Jack Alawi ahli dalam menulis catatan perjalanan. Selain itu, Bang Jack adalah mahasiswa yang hobi berpetualang. Dia juga pernah terpilih menjadi 30 besar penulis catatan perjalan Traveling Not Competition yang diterbitkan oleh salah satu penerbit di Jogja. Ada lagi Mbak Suni Ahwa,dia adalah salah satu cewek yang saya temui di Rumah Dunia. Dia mahasiswa UNBAJA Serang, yang sedang PPL mengajar di salah suatu sekolah di Serang, dia juga seorang relawan di rumah dunia.
Selelah menginap dua malam, saya mulai mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan di Rumah Dunia, pada Minggu pagi (2 November 2014) saya diajak relawan pergi ke Alun-alun Serang sambil membawa mobil Perpustakaan Keliling (Pusling). Dan siangnya saya juga ikut bergabung di kelas Menulis Rumah Dunia. Kelas menulis adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Munggu pukul 14.00-17.00 Wib yang pesertanya terbuka untuk umum.
Di kelas menulis ini kita diajari bagaimana cara menulis dengan benar dan tehnik-tehnik menulis yang baik. Di sini kita diajari oleh para tutor yang sudah pandai dalam menulis.  Setelah aku mengikuti pembelajaran menulis ala Gol A Gong di Rumah Dunia, terkadang saya membayangkan, andai saja di setiap kota di Indonesia terdapat tempat belajar seperti Rumah Dunia, dimana kita disediakan berbagai buku yang bisa dibaca secara gratis, pasti jadi solusi bagi mereka yang hanya bisa membayangkan sekolah di tempat yang formal.
Terima kasih Rumah Dunia, karena kau ijinkan aku menginap dan menimba ilmu di sini. Terima kasih kepada Ibu Tias, dan kepada para relawan yang telah mengajariku menulis, semoga sepulang aku dari sini, aku bisa menerapkan ilmu yang telah kalian berikan dan semoga selalu bermanfaat bagi kehidupanku. Dan Kepada mas Gol A Gong yang sedang melaksanakan tour literasi jawa, semoga sukses dan bisa menebar inspirasi di setiap kota yang dikunjungi.


Afifudin (28), Malang Jawa Timur