Aku dan Rumah Dunia
Oleh Si Jalang
Perjalananku dari Malang Jawa Timur
(27/10/2014) menuju Kota Serang (29/10/2014) tepatnya ke Rumah Dunia yang pendirinya adalah penulis novel
legendaris Balada Si Roy, berawal dari
kecintaanku di dunia sastra. Aku selalu mencari tempat dimana aku bisa
memperdalami ilmu itu. Kebetulan aku bukan dari golongan mahasiswa, jadi aku
harus mencari tempat belajar non formal.
Jauh dulu sebelum aku bisa menginjakkan kakiku
di Rumah Dunia, aku hanya bisa melihat profil Rumah Dunia lewat internet, karena
jarak yang tidak dekat dari tempat tinggalku. Aku mengenal Rumah Dunia pertama
kali pada tahun 2010, saat aku masih mendirikan kedai baca kecil-kecilan (tapi
sekarang sudah tutup) di Malang Jawa Timur. Ketika itu ada seorang teman yang
datang ke kedai bacaku membawa novel Balada Si Roy, Dia menghadiahkan novel itu
kepadaku sekaligus memberi tahu bahwa sang penulis novel ini memiliki tempat
belajar menulis di banten yaitu Rumah Dunia. Dari situ aku mulai tertarik untuk
mengetahui dan mencari-cari informasi tentang Rumah Dunia lewat internet, dan
kutemuilah website Rumah Dunia. disitu aku bisa mendapatkan semua informasi
tentang rumah dunia, dan sangat ingin sekali bisa datang kesana untuk menimba
ilmu.
Di Rumah Dunialah aku menemukan tempat yang
tepat dan benar-benar mengasyikan buat belajar menulis. Di sana aku bertemu
dengan Ibu Tias Tatanka, dia adalah istri Mas Gol A Gong. Dan aku dikenalkan
dengan para relawan Rumah Dunia, yang rata-rata mereka sudah ahli dalam
menulis. Ada Mas Wayang, Salam, Jack Alawi, dan Suni Ahwa. Mas Wayang yang
statusnya mahasiswa tingkat akhir di Kampus IAIN Serang, dia pandai dan
berbakat dalam menulis cerpen, dan dia juga termasuk juara menulis cerpen di
tingkat nasional. Bang Salam ahli dalam puisi, Bang Salam juga seorang
mahasiswa, tapi disela-sela kuliahnya, dia juga tengah sibuk PPL mengajar di
sekolah SLTP di Serang. Bang Jack Alawi ahli dalam menulis catatan perjalanan.
Selain itu, Bang Jack adalah mahasiswa yang hobi berpetualang. Dia juga pernah
terpilih menjadi 30 besar penulis catatan perjalan Traveling Not Competition yang diterbitkan oleh salah satu penerbit
di Jogja. Ada lagi Mbak Suni Ahwa,dia adalah salah satu cewek yang saya temui
di Rumah Dunia. Dia mahasiswa UNBAJA Serang, yang sedang PPL mengajar di salah
suatu sekolah di Serang, dia juga seorang relawan di rumah dunia.
Selelah menginap dua malam, saya mulai
mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan di Rumah Dunia, pada Minggu pagi (2
November 2014) saya diajak relawan pergi ke Alun-alun Serang sambil membawa
mobil Perpustakaan Keliling (Pusling). Dan siangnya saya juga ikut bergabung di
kelas Menulis Rumah Dunia. Kelas menulis adalah kegiatan rutin yang dilakukan
setiap hari Munggu pukul 14.00-17.00 Wib yang pesertanya terbuka untuk umum.
Di kelas menulis ini kita diajari bagaimana
cara menulis dengan benar dan tehnik-tehnik menulis yang baik. Di sini kita
diajari oleh para tutor yang sudah pandai dalam menulis. Setelah aku mengikuti pembelajaran menulis
ala Gol A Gong di Rumah Dunia, terkadang saya membayangkan, andai saja di
setiap kota di Indonesia terdapat tempat belajar seperti Rumah Dunia, dimana
kita disediakan berbagai buku yang bisa dibaca secara gratis, pasti jadi solusi
bagi mereka yang hanya bisa membayangkan sekolah di tempat yang formal.
Terima kasih Rumah Dunia, karena kau ijinkan
aku menginap dan menimba ilmu di sini. Terima kasih kepada Ibu Tias, dan kepada
para relawan yang telah mengajariku menulis, semoga sepulang aku dari sini, aku
bisa menerapkan ilmu yang telah kalian berikan dan semoga selalu bermanfaat
bagi kehidupanku. Dan Kepada mas Gol A Gong yang sedang melaksanakan tour
literasi jawa, semoga sukses dan bisa menebar inspirasi di setiap kota yang
dikunjungi.
Afifudin (28), Malang Jawa Timur